SHARE
PDIP Tak Pernah Protes Soal Kenaikan Harga BBM? Ini Alasannya
PDIP Tak Pernah Protes Soal Kenaikan Harga BBM? Ini Alasannya
PDIP Tak Pernah Protes Soal Kenaikan Harga BBM? Ini Alasannya
Puan menangis saat SBY Menaikkan harga BBM/Batulanteh

Batulanteh.comPresiden Joko Widodo sudah menaikkan harga BBM sebanyak 12 kali dalam 4 tahun terakhir dimasa pemerintahanya. PDI Perjuangan sebagai partai pendukung utama Jokowi tak pernah mengkritisi itu dan bahkan mendukung kenaikan harga BBM. Ini jauh berbeda ketika masa pemerintahan presiden SBY dulu yang mana PDIP selalu melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Lalu apa alasannya?

Terakhir kali jokowi menaikkan harga BBM jenis pertamax pada 10 oktober lalu. Dan menunda kenaikan harga BBM jenis premium.

“Premium bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Berbeda dengan Pertamax yang lebih dikonsumsi oleh mobil-mobil mewah. Ini bauran kebijakan yang sangat tepat dan menunjukkan perhatian utama Pak Jokowi pada kepentingan rakyat kecil,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10/2018).

Menurut Hasto, Keputusan yang diambil dari presiden Jokowi sudah tepat dan merupakan wujud kecintaanya terhadap rakyat kecil.

“Politik itu dilihat dari keputusan akhir bahwa ada dinamika di dalam penetapan harga BBM merupakan hal yang wajar. Keputusan pembatalan harga Premium itu menunjukkan bahwa terkait hal strategis, rolenya memang di Presiden, dan rakyat kecil selalu menjadi orientasi presiden JOkowi,” tutp Hasto.

Seperti diketahui, waktu zaman pemerintahan SBY sejumlah aksi demonstrasi yang dilakukan PDIP secara terus menerus dan besar-besaran untuk menolak kenaikan harga BBM.

Kala itu, Akhirnya PDIP turun ke jalan tolak kenaikan BBM meski kenaikannya hanya Rp 500 sampai Rp 1000 per liter BBM premium dan solar.

Bahkan, aksi demonstrasi itu juga menurunkan seekor kerbau yang dituliskan Si Buya secara mencolok dengan maksud sebagai bentuk sindiran keras untuk SBY. Dan sekarang publik menilai Ternyata, apa yang terjadi itu dianggap hanya permainan drama, sandiwara saja.

“Dulu, Puan sampai nangis-nangis dengan berpuisi dan bikin buku,” tulis salah seorang netizen di akunnya. (TM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here