SHARE
Bagaimana Menjadi Pakar Tanpa MelewatiI Bangku Sekolah ?
Bob sadino adalah bapak pengusaha indonesia tanpa gelar


NTB, Batulanteh.com – Ketika kita berbicara masalah menjadi pakar maka tidak akan jauh dari kata belajar, subyek belajar ini selalu dikonotasikan dengan sebuah bangku sekolah, dengan beberapa orang yang berkumpul dalam satu kelas mendengarkan satu orang berbicara kemudian mereka diminta mengerjakan pekerjaan rumah atau dalam bahasa kerennya Home Work, tetapi yang dipelajari dengan yang diinginkan orang tersebut bisa saja sangat berbeda atau sangat bertolak belakang. Seorang pemuda sebut saja namanya B diminta orang tuanya masuk ke Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan karena orang tuanya berharap anaknya nanti kelak akan menjadi guru dan diangkat PNS oleh pemerintah. Si anak ini memilih jalan lain, dia justru memilih tidak sekolah atau tidak kuliah tetapi membantu menjadi penjaga malam disebuah warnet di sebuah Kota di Jawa Tengah, ketika sang operator warnet berhalangan maka dia dengan cekatan ikut membantu pengelola warnet untuk menangani server di warnet tersebut. Pelajaran tentang Komputer dia dapat dari chatting dengan beberapa pakar komputer bahkan salah seorang hacker terkenal di kotanya dengan sukarela mengajarinya bagaimana cara menahlukkan Komputer dan internet.


Semangat belajarnya yang tinggi membuat beberapa materi computer dengan cepat terserap dan dia menjadi salah seorang konsultan dibidang computer hanya gara – gara setiap hari menyantap menu artikel tentang dunia computer, kisah ini bisa saja terjadi pada beberapa pemilik blog, pelaku affiliate marketing maupun pelaku internet marketing yang memiliki toko online yang dengan sukses menaklukkan dunia bisnis online maupun bisnis adsense dengan ketekunan mereka belajar. Apakah anda kelak menjadi orang sukses berikutnya yang tidak mengenyam bangku sekolah. Hanya anda yang dapat menjawabnya.

MENGAPA HARUS BELAJAR
Setiap kali seorang anak kecil ditanya, “adik sudah belajar?” secara spontan mereka akan menjawab “ adik sedang main game, nanti jam 7 malam adik akan belajar”. Seorang anak kecil tidak pernah menyadari bahwa sebenarnya game juga sebuah media belajar, pasti beberapa dari anda akan mengernyitkan dahi mengapa bermain game bisa dianggap belajar? Baiklah, mari kita review sebuah game yang mungkin akan dapat kita ambil apa makna belajarnya. Sebuah game sebut saja namanya Winning Eleven, sebuah game sepakbola yang termasuk paling banyak dimainkan, apa keuntungan dari bermain Winning Eleven ini? 
1. Sportifitas : jika anak anda bermain bersama anak orang lain maka dia akan mengalami dua situasi, situasi menang dan situasi kalah, jika dia mampu menerima kekalahan dengan sangat assertive dan menerima kemenangan, tanpa harus meremehkan orang lain maka betapa nilai keberanian menerima kekalahan sudah diajarkan dengan cara yang sangat menyenangkan. 
2. Kerjasama team: dalam game tersebut digambarkan tentang sebuah kerjasama team, bagaimana team Master League United yang berisi pemain yang berkemampuan kurang harus menaklukkan klub lain dengan materi pemain berkemampuan lebih baik. Kondisi seperti ini memicu player untuk menggunakan kerjasama tim untuk dapat mengalahkan tim unggulan tersebut. 
3. Kesabaran : ketika memainkan permainan dengan level yang lebih tinggi maka harus bersabar ketika mengalami kesulitan untuk menghasilkan goal ke gawang lawan. 
4. Strategy : game ini juga mengajarkan kepada si anak jika rencana A gagal maka dia harus mengubah dengan rencana B, bahkan jika rencana B masih gagal maka dia bisa menggunakan rencana C. 
5. Kecerdasan emosi, dalam game ini pemain yang dimainkan oleh si anak 
akan mengalami Tackling, Body Ball sehingga terjatuh terguling – guling, anak tidak boleh marah ketika pemain yang dia mainkan mendapatkan sebuah perilaku curang dari lawan. Mungkin beberapa keuntungan dari bermain game diatas sudah mewakili begitu banyak manfaat dari bermain game, jika boleh menilai sebenarnya ada banyak permainan tradisional yang memiliki edukasi tinggi jika dibandingkan dengan game elektronik tetapi dengan pesatnya perkembangan teknologi, game tradisional tersebut semakin tersisih, sebut saja egrang, gobak sodor dan berbagai permainan tradisional yang lain. Game adalah sebuah media belajar bagi anak, sehingga tidak ada alasan bahwa anak dianggap belajar hanya jika dia membaca buku karena proses belajar sebenarnya melibatkan semua panca indera, belajar mengenal bau – bauan bisa diajarkan dengan mengenalkan bau – bauan tersebut contohnya kopi, tembakau, vanili dll. Melibatkan panca indera dalam belajar membuat anak lebih mudah menyerap beberapa materi yang ingin dipelajari tanpa dia merasa dipaksa untuk belajar, mengapa tidak di jelaskan saja kepada anak keuntungan apa saja yang didapatkan oleh anak jika mereka mempelajari sesuatu yang baru. Mengenalkan manfaat belajar lebih memicu anak maupun orang lain untuk mempelajari sebuah subyek baru, mengenalkan manfaat akan membuat orang lain terpacu mengapa mereka harus belajar, apa manfaat belajar tersebut bagi kehidupannya, apa manfaat belajar tersebut dengan financial atau hubungan rumah tangganya, jika orang sudah menemukan manfaat belajar maka mengapa harus memaksa orang lain untuk mempelajari sebuah subyek baru. Pengalaman saya berpindah – pindah jurusan karena saya merasa belum menemukan sebuah materi belajar yang sesuai dengan keinginan saya, dari masuk sekolah teknik menengah, masuk akademi pariwisata dan  terakhir akhirnya menggeluti dunia keperawatan sampai saat ini. Apakah kehausan saya akan ilmu membuat saya berhenti belajar? Tidak, ketika Google Adsense sedang booming, saya merelakan waktu datang ke warnet untuk mendownload beberapa materi Adsense dengan tujuan saya dapat menemukan sesuatu yang baru. 

Ketika kehausan akan ilmu itu semakin memuncak maka saya pun mencoba membuat blog dengan bekal membaca beberapa artikel yang saya download tersebut, meski belum bisa dikatakan bagus, memiliki blog dengan dasar pengetahuan computer yang minim adalah sebuah prestasi, ternyata mempelajari sebuah subyek yang memiliki nilai tambah untuk kehidupan seseorang akan membuat orang tersebut belajar dengan sungguh – sungguh subyek baru tersebut. 

MATERI BELAJAR APA YANG SESUAI
Pertanyaan yang paling sering dilontarkan kepada saya adalah materi belajar apa yang paling cocok untuk dipelajari? Sekarang akan saya jawab tetapi berdasarkan pendapat pakar dulu, Belajar berdasarkan riset psikologis : Tuntutan masa kini mendorong manusia untuk terus belajar. Belajar bukan lagi kewajiban bagi mereka yang berumur 5 sampai 20 tahun, bukan juga harus selalu berada di dalam lembaga pendidikan dan kursus-kursus. Menurut Dr. Nate Kornell dari UCLA, ada tiga cara menemukan materi belajar dan bagaimana secara efektif mempelajarinya berdasarkan riset psikologi:

1. Membagi subyek belajar dan pelajari secara bergantian.

Kita akan belajar tentang tubuh manusia, maka subyeknya harus dipecah menjadi belajar sistem pernafasan, belajar sistem peredaran darah, belajar sistem penginderaan manusia dll, contoh lain ketika kita belajar tentang komputer maka harus dipecah menjadi hardware, software dan pengembangan sistem informasi, Kemudian secara bergantian maka subyek belajar ini dipelajari secara bergantian sehingga kita akan menemukan intisari dari apa yang kita pelajari tersebut. Memecah materi pelajaran menjadi bagian kecil – kecil membuat kita lebih ringan dalam menyelesaikan materi, “ Bagaimana cara memakan gajah?” jawabnya tentu saja dengan sedikit demi sedikit.

2. Tes diri anda sendiri.

Menguji diri sendiri terkait dengan kemampuan dasar, apakah kita akan cepat belajar komputer jika bahasa inggris kita lemah, apakah kita akan cepat belajar elektronika jika kita tidak mampu berhitung, apakah kita akan belajar marketing jika kita membenci berjualan. Mengenal kelebihan dan kelemahan diri akan membuat subyek yang akan kita pelajari menjadi sulit atau mudah, tetapi dengan semangat belajar kelak hal yang paling sulit sekalipun akan menjadi mudah, sadarkah anda bahwa dulu untuk bisa BAK di toilet kita harus diajari oleh orang tua kita, sesuatu yang dulu sulit jika terbiasa akhirnya menjadi mudah 

3. Mengambil kesimpulan dan mengintegrasikan.

Setelah membaca subyek baru maka tugas kita adalah menyimpulkan inti dari subyek yang kita pelajari, jika kita baru saja belajar tentang bisnis online kemudian kita mendapatkan materi pembuatan account untuk transaksi elektronik maka kita sudah mendapat kesimpulan bagaimana cara membayar dalam bisnis online, kemudian integrasikan ilmu yang sudah didapatkan dengan ilmu kita yang lain. Contoh : kita hobi bermain game dan kita sangat menguasai sebuah game yang dikategorikan sulit dimainkan oleh orang awam maka anda menulis ebook tentang game tersebut, anda tawarkan lewat iklan dan anda jual lewat email atau dengan menggunakan FTP atau media lainnya. Ternyata sebuah hobi bisa menjadi sebuah lahan bisnis jika kita tahu cara mengelola hobi tersebut. Konon Soichiro Honda menjadi seorang pengusaha otomotif karena hobinya bermain dengan mekanika.

Melihat keterangan pakar diatas maka kita akan tahu bahwa yang tahu materi apa yang paling sesuai untuk dipelajari adalah subyektif, Anda yang paling tahu materi apa yang paling menarik menurut anda, kemudian bagaimana cara mengetahui materi yang layak dipelajari dan yang tidak? 

1. Gunakan freekeyword tracker maupun search engine sebagai penjawab dari pertanyaan anda tersebut, tuliskan materi apa yang menarik minat anda dan carilah di search engine semacam Google atau yahoo apakah materi tersebut diminati oleh banyak orang atau tidak, jika materi tersebut diminati oleh banyak orang maka akan banyak artikel yang ditulis tentang materi tersebut, banyak situs yang akan membahasnya dan banyak iklan baris gratis yangmengiklankannya. Ketika saya mencoba mengetikkan kata Bisnis di yahoo search ternyata ditemukan 1,543,046 hasil pencarian, kemudian ketika saya mengetikkan kata pemasaran ternyata ditemukan 169,350 hasil pencarian, tetapi sadarkah anda materi apa yang paling menarik minat manusia? Ketika kata ini saya ketikkan di keyword ternyata diketemukan 73,461,258 hasil pencarian, Kata tersebut adalah SEX. Lihatlah betapa dahsyatnya naluri manusia dalam mencari kebutuhan dasarnya sehingga pencarian tentang sex menjadi yang paling tinggi di search engine.

2. Sesuaikan materi yang akan anda pelajari dengan tujuan hidup anda, 
jika anda bertujuan menjadi seorang pengusaha sementara artikel yang anda pelajari bukan bagian dari subyek tersebut maka tujuan anda akan sulit tercapai, pelajari subyek yang sesuai dengan tujuan anda.

3. Sesuaikan subyek belajar dengan kebutuhan pasar di masa depan,
bukan bermaksud meramalkan tetapi bisa saja orang yang benarbenar menguasai semua kebudayaan Nusantara akan menjadi orang yang sangat dicari, orang yang benar – benar menguasai kebudayaan nusantara menjadi orang yang sangat dibutuhkan oleh internasional. Coba bayangkan pasti hal seperti ini tidak pernah terpikir oleh anda semua bukan?

BELAJAR OTODIDAK

Belajar tanpa guru, jika kalimat ini dimaknai dengan lebih mendalam maka sebenarnya pengembangan kurikulum berbasis kompetensi mengarah ke kalimat ini. Kita selama ini cenderung belajar karena itu yang diajarkan oleh guru kita disekolah, karena itu yang diamanatkan oleh pemerintah lewat seperangkat aturan sehingga membuat kita membatasi terhadap subyek belajar, jika saja kita mau sedikit membuka mata bahwa di Australia atau mungkin negara maju lain, warganya belajar subyek yang sesuai dengan keinginan mereka.Seorang yang belajar otodidak memanfaatkan semua media belajar sebagai sarana belajar, guru hanya menjadi fasilitator ketika kesulitan sesuatu, contoh : ketika saya sedang belajar membuat blog maka saya mempelajari dari berbagai macam artikel yang diposting diberbagai website dan blog yang banyak beredar di internet, kemudian untuk monetisasi blog saya berkirim – kiriman email dengan salah seorang teman yang secara pengetahuan lebih menguasai tentang ilmu monetisasi, giliran mendaftar ke adsense saya berguru ke Cosaaranda lewat website nya. Dengan memiliki banyak guru yang pakar di bidangnya makapengetahuan saya tentang blogging sedikit bertambah ( maaf baru berani mengatakan sedikit). Belajar otodidak lewat membaca postingan membuat saya semakin yakin bahwa banyak orang lain yang juga mampu belajar secara otodidak, ternyata belajar otodidak ini menjadi sesuatu yang selama ini dilakukan oleh banyak orang, Bill Gates secara otodidak belajar

pemasaran software , Charles Scwab belajar secara otodidak seni menangani manusia, Ary Ginanjar Agustian secara otodidak belajar tentang kombinasi kecerdasan emosi dengan kecerdasan spiritual.Apakah anda masih ragu dengan belajar autodidak? Jika ya maka cobalah untuk belajar sesuatu yang baru, kemudian cari informasi tentang informasi tersebut, kemudian coba praktekkan dari apa yang sudah anda pelajari tadi, rasakan kenikmatan belajar secara otodidak ini.
Belajar dengan guru cenderung membosankan karena kita harus menunggu teman – teman kita menyerap ilmu yang diberikan oleh guru, bayangkan jika 10 tahun ke depan, guru bisa mengajar tetapi masih tetap dari rumah, dengan peralatan videoconferencenya, kemudian komunikasi berjalan dua arh dengan menggunakan media mailing list atau forum, bisa saling mengirim opini lewat media internet, sehingga kepakaran sang guru akan sangat teruji karena dia akan mengajarkan ilmunya kepada penduduk seluruh dunia. Saat ini hal ini terlihat sekedar impian, tetapi jika hal ini tidak segera di siapkan, ketika banyak murid yang belajar otodidak. Seorang anak berusia
9 tahun di Singapur a berhasil membuat sebuah software menggambar di iphone, bayangkan anak berusia 9 tahun dengan otodidak belajar membuat sebuah program. Kemampuan luar biasa ini semakin tergali karena anak ini mendapat support dari orang tuanya yang notabene adalah orang teknik. Belajar otodidak adalah sebuah syarat jika anda ingin menjadi seorang pakar di sebuah bidang tetapi tidak ingin melewati jenjang formal, salah seorang teman saya pemegang sertifikat Cisco adalah seorang sarjana psikologi, bahkan pendesain sistem informasi akademik di sebuah Sekolah Tinggi adalah seorang sarjana teknik. Berarti latar belakang keilmuannya tidak sejalan dengan keahlian yang dia miliki, karena dia hobby bermain 

komputer maka ketrampilan dan pengetahuan tentang komputer dia dapatkan dari berbagai literatur dan tentu saja dari berbagai Trial dan error yang dilakukan.Belajar otodidak adalah bertanggung jawab terhadap diri sendiri bahwa materi yang dipelajari akan membantu mencapai tujuan, berapa banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak laku di bursa kerja, apakah mereka kurang cerdas? Apakah mereka kurang terampil? Ternyata jawabnya adalah mereka kurang kompeten dibidangnya, mereka tidak memiliki sebuah keahlian bahkan mentalitas yang dibutuhkan didunia kerja.
Mentalitas apa saja yang dibutuhkan didunia kerja?

1. Kedisiplinan, Jika diminta datang jam 08.00 tetapi datangnya selalujam 09.00 maka belum memiliki self of belonging dengan perusahaan, belum merasa memiliki keterikatan dengan perusahaan atau tempatnya bekerja.
2. Kejujuran, meksi di titipi uang bermilyar – milyar sekalipun tetap memegang teguh asas bahwa Tuhan selalu bersama kita, bahwa apa yang kita kerjakan tidak pernah luput dari pantauannya, jika
menganggap Tuhan sebagai Pengawas maka segala perilaku terkait dengan segala hal yang kurang baik dan kurang pantas akan dipikirkan dengan matang.
3. Kerjasama, dalam setiap situasi pekerjaan maka kita akan dituntut untuk mampu bekerjasama dengan orang dari berbagai latar belakang, jika bisa menyelami semua anggota tim dan mampu menerima peran secara ikhlas, tidak ada niat buruk untuk menggunting dalam lipatan atau menikam dari belakang maka suasana kerja akan sangat menyenangkan, bahkan dengan finansial yang terbatas sekalipun akan tetap bersemangat karena situasi tempat kerja membuat nyaman.
4. Endurance, Kuat menghadapi tekanan sekeras apapun, dia mampu mengubah mental dari kayu yang kuat tetapi akan hancur ketika menerima tekanan yang besar, meningkat menjadi besi yang kuat tetapi jika ditimpa tekanan terus menerus lama kelamaan akan menjadi bengkok, meningkat lagi menjadi kapas yang mampu secara fleksibel menangani masalah, mental tertinggi adalah bola pingpong yang justru setiap mendapat tekanan semakin melompat lebih tinggi..
5. Inisiatif, berani memulai sesuatu meskipun orang lain belum tahu apa yang harus dilakukan, tidak takut untuk mencoba sebuah inovasi baru agar inovasi tersebut mampu membuat perubahan dalam bentuk efektivitas dan efisiensi.
6. Kreativitas, memiliki sebuah sudut pandang yang berbeda terhadap sebuah subyek, contoh : Gelas minuman yang terbuat dari plastik bagi beberapa orang dianggap sampah, kemudian dikumpulkan oleh pemulung kemudian oleh orang kreatif, sampah tersebut diubah menjadi sebuah bunga cantik berharga mahal.
7. Akurat dalam berhitung, kakak saya bekerja disebuah perusahaan pembuat kapal, ukuran diperhitungkan dengan matang, kesalahan dalam menghitung bisa memperlambat proses produksi. Seorang perawat jika salah menghitung tetesan infus atau dosis obat bisa menyebabkan kondisi fatal bagi pasien atau orang yang mereka rawat.
8. Akurat dalam membaca, jika anda adalah seorang wakil kepala bagian atau apapun posisi anda, kemudian mendelegasikan tugas dalam bentuk tertulis kepada orang lain, jika orang ini tidak dapat membaca secara akurat maka bisa saja justru hal negatif yang terjadi.
9. Kepemimpinan, memiliki mentalitas dan ketrampilan untuk
memimpin diri sendiri maupun orang lain.
10.Komunikasi, mampu menyampaikan ide maupun gagasan dengan etis tanpa terkesan memaksakan kehendak maupun memaksakan agar gagasan tersebut disetujui oleh kelompok.
11.Memory, memiliki daya ingat yang kuat, dalam menghafal atau mengingat sesuatu sangat kuat sehingga jika ada sebuah kejadian analisa yang dipakai berdasar pada sebuah konsep yang matang, bukan sekedar analisa proses pikir tanpa dukungan konsep maupun data.

DASAR MENUJU KEPAKARAN

Jika sebuah bangunan menjadi kokoh karena ditopang oleh pondasi yang kuat maka untuk menjadi seorang pakar ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu :
1. Tujuan, semenjak seseorang menetapkan sebuah tujuan untuk menjadi pakar di suatu bidang maka dia akan berusaha mencari informasi yang sebanyak – banyaknya tentang bidang kepakaran yang akan dikuasai, jika seorang pemuda cacat bisa sukses menjadiaffiliate marketing bagaimana dengan kita yang bertubuh atau berfisik normal?
2. Semangat, menjadi pakar adalah kesiapan untuk jatuh dan kembali bangun setiap kali menghadapi kesalahan dalam belajar, menjadi pakar membutuhkan beberapa kali percobaan sampai akhirnya kepakarannya diakui oleh nasional.
3. Haus ilmu, seorang calon pakar harus haus akan ilmu, jika dia mulai bosan belajar dan menghentikan segala daya upaya untuk belajar maka pintu menuju kepakaran akan tertutup.
4. Mengevaluasi diri, sering melakukan komunikasi dengan diri sendiri agar menemukan bakat dan potensi diri yang akan dapat dilejitkan atau dimaksimalkan.
5. Mentor, harus memiliki pembimbing yang akan mengarahkan ketika dia mengalami kesulitan, Jika Ary Ginanjar Agustian Punya Habib Adnan, Robert Tiyosaki memiliki ayah kaya maka anda harus menemukan pembimbing anda sendiri.

KEBIASAAN MENUJU KEPAKARAN 

1. Mencoba, sering – seringlah mencoba segala sesuatu, hanya dengan mencoba maka hal yang sulit lama kelamaan akan menjadi  mudah.
2. Bertanya, jika memang menemukan kesulitan maka kita harus jujur dan berusaha untuk menanyakan kepada ahli atau orang yang sudah lebih dulu pakar dibidangnya.
3. Mengumpulkan informasi, kebiasaan mengumpulkan informasi akan membuat kita menjadi kaya akan wawasan dan pengetahuan. Pengetahuan dan wawasan yang banyak akan membuat persepsi kita terhadap sebuah subyek menjadi semakin baik, segala hal diperhitungkan dan segala hal negatif dapat diantisipasi sejak awal.
4. Menuliskan pengalaman, tuliskan pengalaman anda di sebuah blog atau web, beri kesempatan orang lain mengomentari tulisan anda maka suatu saat mereka yang sudah mengetahui kepakaran anda akan menjadikan anda sebagai guru, menjadikan anda sebagai mentor, menjadikan anda konsultan, menjadikan anda seorang yang ditunggu ide dan pemikirannya.
5. Kursus, sebelum bisa menulis kita harus mengikuti kursus
mengetik dengan komputer, bagaimana menggunakan microsoft word dll, ternyata pendidikan non formal ini punya peluang untuk meningkatkan kemampuan kita, Tung Desem Waringin menjadi besar seperti saat ini setelah dia mengikuti kursus dari Anthony Robin, sekarang gelar sarjananya kalah dengan hasilnya mengikuti kursus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here