Home Politik Polri Simpulkan Penembakan di DPR sebagai Peluru Nyasar

Polri Simpulkan Penembakan di DPR sebagai Peluru Nyasar

30
Polri Simpulkan Penembakan di DPR sebagai Peluru Nyasar
Polri: Penembakan di DPR sebagai Peluru Nyasar/Batulanteh

Batulanteh.com – Polri akhirnya mengambil kesimpulan terkait kejadian penembakan di dua ruang kerja anggota DPR. Polri menyebut bahwa itu merupakan peluru nyasar dari Lapangan Tembak Senayan yang berada persis didekat TKP. Mereka menduga penembakan itu bukanlah suatu kesengajaan yang dilakukan sniper atau penembak jitu.

Irjen Setyo Wasisto, Kepala Divisi Humas Polri mengungkapkan alasan pihaknya segera menyimpulkan penyebab insiden tersebut sebelum peluru yang ditemukan diuji balistik di laboratorium forensik. Selain itu, Bukti-bukti yang ditemukan saat olah TKP semakin memperkuat dugaan bahwa itu peluru nyasar.

“Yang kita temukan ada yang latihan di sekitar situ, yang latihan hanya Perbakin, yang lain nggak ada,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2018).

Saat itu ada beberapa anggota Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) yang tengah berlatih di Lapangan Tembak Senayan yang hanya berjarak sekitar 400 meter dari Gedung DPR. Dari sudut kemiringan yang ditemukan, Setyo yakin peluru tersebut tak dilepaskan oleh sniper.

“Kalau sniper pasti kena ke orangnya,” Kepala Divisi Humas Polri itu.

Tak hanya itu, Setyo juga beralasan tidak mungkin sniper membidik sasaran dari bawah, apalagi di tempat terbuka seperti Lapangan Tembak Senayan. Menurut dia, sniper biasanya membidik sasarannya dari sudut sejajar atau dari tempat yang lebih tinggi dari target.

“Kalau (sniper) dari Lapangan Tembak, nembak apa?” tegas Setyo.

Seperti diketahui, dua ruang kerja di Gedung DPR yakni nomor 1313 milik anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama dan ruang nomor 1601 milik anggota Fraksi Gerindra Brigjen Pol Purnawirawan Wenny Warouw diduga ditembak orang tak dikenal pada Senin 15 Oktober 2018 siang.

Anggota Fraksi Gerindra itu menduga, penembakan itu dilakukan oleh profesional. Dia sempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap Polri lantaran terlalu cepat menyimpulkan insiden tersebut sebagai akibat dari peluru nyasar sebelum uji balistik dilakukan.

Kesimpulan itu dinilai telah menepis dugaan lain pada insiden tersebut, seperti penembakan yang dilakukan oleh sniper dengan target tertentu yang akurat. (TM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here