Home Politik Ngabalin: Gerakan #GantiPresiden Tidak Beradab 

Ngabalin: Gerakan #GantiPresiden Tidak Beradab 

24
Ngabalin Ganti Presiden
Ngabalin saat di Wawancarai di Istana Wapres/Batulanteh.com

Sumbawa, BATULANTEH.COMAli Mochtar Ngabalin Selaku Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden kembali menegaskan gerakan #2019GantiPresiden sebagai aksi makar dan tidak beradap. Dia juga orang yang terlibat gerakan itu adalah pengacau.

“Ini makar ini. Ini adalah gerombolan pengacau keamanan. Saya yang bilang,” kata Ngabalin di CNN Indonesia TV, Senin (27/8).

“Bagaimana tidak, dia mengajarkan kepada rakyat Indonesia tentang sebuah proses demokrasi itu adalah sebuah bencana besar,” ujar dia menambahkan.

Menurut bekas tim pemenangan Prabowo itu, arti dari #2019GantiPresiden adalah pergantian presiden pada pukul 00.00 WIB, 1 Januari 2019.

Ngabalin mengatakan bahwa gerakan #2019gantipresiden tidak diatur oleh undang-undang. “UU itu mengatur tentang pilpres bukan mengatur soal ganti presiden,” kata Ngabalin.

Ngabalin menegaskan penjelasannya itu bukan terkait dengan diksi atau pilihan kata. “Ini masalah anda tidak punya tanggung jawab publik dalam mengedukasi rakyat indonesia. Kita butuh mendidik rakyat indonesia untuk berdemokrasi,” ujar dia.

“… Kalau Anda gunakan tagar ganti presiden itu anda tidak punya peradaban. Peradaban rendah dan itu berkali-kali saya bilang itu adalah makar,” tutur Ngabalin.

“Ini sesuai UU: UU Pemilu, UU KUHP pasal 107 terkait gerakan menggantikan presiden dengan inkonstitusional,” imbuh Ngabalin.

Gerakan #2019GantiPresiden kembali mendapat sorotan setelah dua tokoh aktivis gerakan tersebut yakni Neno Warisman dan Ahmad Dhani diadang saat akan menghadiri acara deklarasi.

Neno dilarang menghadiri acara Deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau sedangkan Dhani di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (25/6) lalu.(TM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here