SHARE
Jelang Pileg 2019, Diprediksi Banyak Caleg Depresi dan Gangguan Jiwa
Jelang Pileg 2019, Diprediksi Banyak Caleg Depresi dan Gangguan Jiwa
Jelang Pileg 2019, Diprediksi Banyak Caleg Depresi dan Gangguan Jiwa
Jelang Pileg 2019, Diprediksi Banyak Caleg Depresi dan Gangguan Jiwa/Batulanteh.com

Batulanteh.com – Jelang pemilihan legislatif biasanya tidak sedikit Caleg yang mengeluarkan uang hingga ratusan juta rupiah untuk dana kampanye. Namun, pada kenyataannya mereka tidak dapat meraih kursi di parlemen, sehingga hal itu tak menutup kemungkinan bisa mengakibatkan Caleg tersebut mengalami depresi berat hingga berujung di rumah sakit jiwa.

Ribuan bekas calon legislatif biasanya mengalami gangguan mental lantaran gagal terpilih. Mereka terpaksa mempertaruhkan harta pribadinya lantaran minimnya pendanaan dari partai. Pemerintah sudah berniat untuk berusaha mengatasi masalah tersebut.

Tetapi Nyatanya di Indonesia sebagian besar caleg masih menggunakan uang pribadi untuk dipakai berkampanye. Mereka mengambil risiko dengan harapan bakal mendapat uangnya kembali ketika menjabat. Minimnya pendanaan dari partai memaksa caleg menyediakan sendiri biaya kampanye. Sebagian merangkul pengusaha atau pendonor, yang lain meminjang uang.

Masalah tersebut mulai mengundang perhatian pemerintah. Kementrian Kesehatan misalnya tahun ini mengusulkan perubahan regulasi, agar setiap calon legislatif melewati uji kesehatan mental sebelum bisa mencalonkan diri.

Dirjen Bina Kesehatan Jiwa pada Kementerian Kesehatan, Eka Viora menilai pemilu bisa menjadi “bencana” buat kandidat yang kalah. “Mereka tidak cuma kehilangan pekerjaan dan harta, tetapi juga harga diri,” katanya.

Namun analis politik, Dodi Ambardi, menilai, adalah tanggungjawab masing-masing kandidat untuk memutuskan apakah mereka siap menanggung kekalahan. “Pemilu adalah pertaruhan penuh risiko,” katanya. “Jika mereka tidak mampu, seharusnya mereka tidak terlalu percaya diri dan maju ke pemilu.”

Banyak caleg yang memutuskan menjual barang berharga mereka serta mengambil pinjaman dari rentenir dengan bunga tinggi demi untuk mendapat kursi di parlemen. Dan jika gagal, caleg itu harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengobati stress dan depresi akibat kekalahannya. (TM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here