SHARE
Menilik Kisah Hardtop, Sang Penakluk Puncak Batulanteh
Menilik Kisah Hardtop, Sang Penakluk Puncak Batulanteh
Menilik Kisah Hardtop, Sang Penakluk Puncak Batulanteh
Menilik Kisah Hardtop, Sang Penakluk Puncak Batulanteh

Sumbawa, Batulanteh.com – Batulanteh adalah salah satu dari 24 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa dan berada di bagian selatan dengan luas wilayah sebesar 39.140 Ha. Sebagai daerah yang wilayahnya berupa hutan, memiliki permukaan tanah yang  tidak  rata  dengan topografi  yang  cenderung  berbukit-bukit  dan memiliki ketinggian antara 250 sampai dengan 800 meter diatas permukaan air laut. Itulah sebabnya Kecamatan  Batulanteh dinamakan daerah pegunungan.

Kecamatan Batulanteh mempunya 6 desa, terdiri dari desa Batu Dulang, Desa Kelungkung, Desa Tepal, Desa Tangkam Pulit, Desa Baodesa dan Desa Baturotok. Jumlah  penduduk  Kecamatan  Batulanteh mencapai 10.988 jiwa dengan kepadatan per km2 mencapai 27 jiwa. Bila dilihat  per  desa,  desa  Baturotok  merupakan  desa  yang  terbesar  jumlah penduduknya dengan kepadatan yang tergolong jarang yakni 53 jiwa per km2 dan  sekaligus merupakan  desa  terpadat, sedangkan  desa  terjarang penduduknya yaitu desa Batudulang dengan kepadatan penduduk 13 jiwa per km2.

Kondisi jalan di Kecamatan Batulanteh wilayah Sumbawa merupakan masalah yang sudah  ada sejak dahulu.Maka tidaklah heran jika kita datang ke Batulanteh, banyak dijumpai kendaraan Hardtop hilir mudik sebagai alat transportasi utama. Kendaraan milik warga Batulanteh itu rata-rata keluaran tahun 70 – 80-an, uniknya hampir semuanya dalam kondisi prima karena perawatan yang baik, meskipun sesekali harus bermalam ditengah hutan akibat rusak/macet.

Kapasitasnya maksimal kendaraan ini sekitar 10 -15 orang saja, 12 orang di dan 3 orang di depan bersama sopir. Biasanya hartop yang mengangkut masyarakat berangkat dari kota Sumbawa Besar sekitar jam 8 pagi menuju Batulanteh sambil menikmati matahari terbit.

Jumlah Hardtop yang ada di kecamatan Batulante, Kabupaten Sumbawa, saat ini mencapai kurang lebih 30 unit yang siap menghantar warga Batulanteh setiap hari.

Hal ini tentunya butuh perhatian dari Dinas terkait agar pelayanan terhadap warga Batulanteh menjadi lebih optimal. Selain itu, pengemudi Hardtop juga harus profesional, sehingga pengguna jasa hartop itu juga merasakan kenyamanan serta keamanan selama berkunjung kesana.

Tarif yang patok menuju kesana sangatlah beragam. Ini disebabkan jarak dari satu desa menuju ke desa lainnya yang cukup jauh.  Menuju desa Baturotok misalnya, penumpang dikenai tarif yang cukup fastastis yakni 150 – 200 ribu / orang.  (Tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here