Connect with us

OPINI

Kilas Balik Baham, Pahlawan Sumbawa Asal Baturotok

Published

on

Kilas Balik Baham,Pahlawan Sumbawa Asal Baturotok

Kilas Balik Baham,Pahlawan Sumbawa Asal Baturotok

Sumbawa, Batulanteh.com – Pada masa Pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddinsyah III yang bergelar Dewa Masmawa , didirikan Istana Dalam Loka yang hingga kini masih dapat kita saksikan hingga dewasa ini dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumbawa. Penataan bidang pemerintahan mendapat perhatian khusus dari Sultan Muhammad Jalaluddinsyah III. Beberapa kali sistem pemerintahan mengalami perubahan. Pada tahun 1920 terjadi perubahan besar dalam sistem perintahan Kesultanan Sumbawa dimana penghapusan district menjadi onderdistrict dan kemudian beralih nama menjadi Kademungan. Dengan perubahan struktur ini maka Kedatuan dalam Kamutar Telu, Seran, Taliwang dan Jereweh dihapus pula dan berubah status menjadi Kademungan. Pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddinsyah III inilah meletus beberapa peperangan melawan Belanda antara lain Perang Sapugara yang dipimpin oleh La Unru Sinrang Dea Mas Manurung ( 1906 – 1908 ) dan Perang Baham dipimpin oleh Baham ( 1906 dan 1921).

Baham hidup pada saat Sultan Jalaluddin III memerintah yakni antara Tahun 1833 – 1931. Terjadinya beberapa pemberontakan terhadap pemerintah saat itu bukanlah tanpa alasan, Baham sendiri yang terkenal selalu membela kepentingan masyarakat kecil dan miskin memang tak pernah tinggal diam. Beliau selalu menentang keras kerja sama antara kerajaan Sumbawa yang di sepakati oleh sultan Sumbawa saat itu dengan Belanda.

Pembangkangan itu tentu beralasan karena Baham menganggap belanda sebagai penjajah yang ujung – ujungnya hanya ingin menduduki dan menguasai Sumbawa , yang pada akhirnya rakyat lah yang akan menderita karena dampak dari penjajahan yang bersifat terlalu menekan rakyat. Beliau juga menolak kebijakan pemerintah yang menetapkan pembayaran upeti yang di anggap memeras rakyat kecil. Bahkan Baham tidak segan-segan membunuh siapa saja yang berani memeras rakyat termasuk petugas kerajaan saat itu dan hasil upeti tersebut di kembalikan lagi kepada rakyat.

Atas dasar itulah, Baham dengan lantang menolak belanda dan penolakan kebijakan pembayaran upeti yang terlalu tinggi dan di anggap menyengsarakan kehidupan rakyat Sumbawa. Sehingga dimata rakyat Sumbawa, Baham adalah pahlawan pembela rakyat yang selalu berada di pihak mereka kala itu.

Lalu, dari manakah sebenarnya baham berasal? Ada banyak sekali spekulasi dan pendapat yang mengklaim bahwa baham berasal dari Lunyuk, Orong telu, Baturotok dan banyak lagi. Tetapi bukti – bukti sejarah tentu tak bisa dipungkiri bahwa Baham berasal dari Baturotok. Bukti – bukti sejarah yang masih terjaga hingga saat ini seperti rumah beliau beserta keluarga besarnya memperkuat opini bahwa baham benar – benar asli Baturotok. Memang benar seperti yang ceritakan banyak orang bahwa Baham selalu berpindah dari satu desa ke desa lainnya agar keberadaanya tidak terdeteksi oleh petugas kerajaan yang selalu mencarinya karena dianggap memberontak dan tak patuh pada kebijakan kesultanan Sumbawa saat itu.

Baham adalah seorang laki-laki yang dilukiskan berperawakan tinggi besar dan kekar bahkan dikenal sangat kebal dari semua jenis benda tajam bahkan ia tidak tertembus peluru. Bahkan Baham konon katanya selain memiliki ilmu kebal beliau juga bisa menghilang dari penglihatan orang yang sirik terhadapnya.Seperti di kisahkankan bahwa Baham tidak memiliki istri dan anak, beliau hanya memiliki saudara perempuan yang mana sekarang keluarga masih hidup rukun di dataran tinggi Sumbawa yakni Didesa Baturotok. (TM)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BACA JUGA