SHARE

GENERASI RABBANI MENUJU TEPAL MADANI
Oleh : Alwi Syahbana 
        Tepal  adalah salah satu Desa di kecamatan Batulanteh Kab Sumbawa Indonesia yang secara geografis terletak di pegunungan Batulanteh berada di  1200 KM diatas permukaaan laut,jarak tempuh dari Kabupaten sumbawa-Tepal  yakni 56 KM dengan kondisi jalan yang memprihatinkan..
            Jalan menuju desa Tepal kondisi rusak parah hanya mobil jenis tertentu saja yang bisa naik begitu juga dengan motor ada beberapa tipe dan jenis motor yang bisa menakluk medan tepal, ditengah keterbatasan akses sarana prasarana Desa Tepal memiliki banyak keunikan, dibalik tradisi terdapat banyak potensi. Desa tepal terkenal karena adat dan budayanya,Tepal dikenal karena keramahannya, Tepal dikenal karena kebaikan dan keriligiusan warganya..
            Religiusitas Tepal dimata masyarakat luar tak diragukan Lagi.penerapan syariat islam diTepal hampir sempurna,Islam masuk ke Tepal sama halnya dengan sejarah masuk islam ke pulau Sumbawa,Kepercayaan masyarakat yang masi menganut faham animisme dan dinamisme sampai hari ini masi mewarnai kepercayaan masyarakat Tepal,seiring kemajuan pengatahuan dan semangat menuntut ilmu generasi Tepal kepercayaan itu semakin lama semakin pudar dimasyarakat.
Tepal yang religius tercermin dalam diri seorang Syekh Zainudin, Ulama besar kelahiran Tepal,namanya termasyhur di daratan Arab bahkan Asia. Ulama yang belajar ilmu agama di Mekkah Almuqaram dan mengarang banyak kitab yang sampai sekarang masih menjadi rujukan ilmu pengatahuan di Universitas Islam didunia seperti Al-Azhar Kairo. Kitab Beliu juga menjadi rujukan beberapa Ulama di Dunia.
Pengaruh ulama Syekh Zainudin juga tak bisa di pungkiri dikampung halamannya, beliu juga sempat pulang keTepal untuk merubah nama Desa Tepal yang memiliki arti bayi yang baru lahir, semangat baru, harapan baru,anak yang masi suci bersih (baca Sejarah Tepal).
Perkembangan islam di Tepal semakin pesat,syariat islam diterapkan,ibu-ibu, remaja putri mereka memakai kain penutup kepala (Perjong) sebagai bentuk menutup aurat dan bagi laki-laki mengunakan sarung dan songkok apabila menlaksanakan shalat dan bertamu,ini menjadi kebiasaan masyarakat Tepal yang sampai sekarang masi tetap dipertahankan,kebiasaan ini apabila ada yang melanggar mereka akan mendapat sangsi sosial dari masyarakat yaitu dikucilkan dan selalu menjadi topik perbincangan (Jadi ape).
Pembelajaran Agama merupakan kebutuhan masyarakat dan mereka aktif untuk belajar dan memahami syariat islam yang sesungguhnya. Mereka memiliki semangat belajar yang tinggi dan memiliki konsep pembelajaran tersendiri.konsep pembelajaran yaitu konsep baitul arqom , dengan masyarakat membentuk kelompok sendiri untuk belajar dirumah seorang yang tetua yang dianggap memiliki pemahaman lebih tentang agama,hal ini sering dilakukan pada malam hari disetiap minggu, setiap minggu kadang memiliki dua atau tiga malam untuk pergi belajar dan disetiap minggu juga diadakan tabliq akbar dan semua kelompok halaqah berkumpul.
Magrib mengaji menjadi sebuah kekhasan desa Tepal,setiap malam bakda magrib,isya dan subuh suasana desa Tepal menjadi rame dengan suara anak-anak yang mengaji, sahut-sahutan suara mengaji dari rumah ke rumah,kepatuhan terhadap guru ngaji juga sangat tinggi begitu juga bakti pada sang Guru tanpa kenal lelah..
Agama dan tradisi membuat masyarakat tertata,terarah hidup rukun dan damai dibawa panji-panji syariat islam.begitu juga dengan kehidupan sosial masyrakat yang dilandasi semangat kekeluargaan,gotong royong, saling tolong menolong (Besiru),tenggang rasa (lenge rasa),malu berbuat tidak baik ( Reang ila),kesadaran berbagi( sedik sama sedik,sepa sama stoe,sei sama spolak) dan rasa saling percaya ( tinggi penyadu) merupakan sifat sosial masyarakat dalam hubungan sesama Manusia (hablumminas). Tidak hanya pada manusia hubungan dengan Alam pun dijaga adab masuk Hutan,Tata cara menebang kayu,bahkan untuk membuat ladang (buka tua,buka tanah) tak luput dalam praktekkesaharian masyarakat Tepal.
Kebiasaan adat serta tradisi telah menjadi bagian dan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Tepal. Adat berenti ko syara, syara berenti ko kitabullah menjadi istrumen rekayasa sosial dalam membentuk karakter dan pribadi masyarakat tepal,sehingga tidak heran Tepal itu dikenal karena adat dan budayanya,dikenal karena keperibadian orangnya.menjadi desa yang memiliki rasa sosial yang tinggi, desa menjadi desa yang aman tentram..
Seiring kemajuan zaman dan teknologi adat,tradisi dan kebiasaan masyarakat Tepal sedikit demi sedikit mulai terkikis,pengaruh dari luar semakin banyak, anak putus sekolah,generasi  muda yang mulai kehilangan ruh religius mereka taklagi berpegang pada palsafah sei inget due tekut (ingat dan takut),hal-hal yang dilarang oleh adat dan Agama mulai dilanggar serta berkurannya rasa Saling menghargai dan toleransi.
Sangat mengkhawatirkan melihat genarasi yang mulai kehilangan ruh dan palsafah kehidupan yang sudah lama melekat dalam diri masyarakat Tepal,tak ayal bencana alam (Bala),krisis penghasilan (Barakoh) sulit kita temukan, namun kondisi itu menjadi tantangan sendiri diabad Moderen ini,,
Genarasi Tepal sebagai estapet dan tulang punggung desa diera modernisasi dan globalisasi sedikit memberikan asa harapan untuk Tepal kembali ke jati dirinya menjadi Desa yang Religius,berbudaya dengan banyaknya genarasi penghapal Quran.ada puluhan generasi yang lagi berjuang untuk menjadi generasi Qurani,Genarasi yang kelak membawa ketentraman,penerang bagi desa darat tercinta, sebab janji Allah sangat jelas dalam qalamnya seandainya penduduk negeri ini beriman kepada Allah SWT maka akan dikaruniakan kebahagian dan ketentaman penduduk negeri tersebut. Semoga mereka menjadi genarasi penyelamat Tepal dari kerusakan moral dan pengaruh budaya luar. Indahnya kehidupan dalam saling nasihat menasehati untuk kebaikan dan kesabaran,berpegang pada adat yang berenti lako syara,syara berenti ko kitabullah dan menjadi Tepal baldatun warabbun Gofur,Masyarakat yang Madani dan diridhoi oleh pemilik alam sang RabbulIzati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here