Home Opini Komunitas Cool box, Pahlawan Ekonomi Desa di Batulanteh

Komunitas Cool box, Pahlawan Ekonomi Desa di Batulanteh

SHARE
Komunitas Cool box, Pahlawan Ekonomi Desa di Batulanteh
Komunitas Cool box, Pahlawan Ekonomi Desa di Batulanteh

Batulanteh.com — Optimalisasi potensi ekonomi desa harus terus digaungkan. Potensi kekayaan alam di desa sangat melimpah, tetapi belum digarap secara optimal. Tetapi kendala tersebut tak menurunkan semangat para pahlawan ekonomi desa ini. Ini dibuktikan oleh komunitas penjual ikan keliling atau biasa menyebut dirinya sebagai komunitas Cool Box.

Salah satunya yakni desa Baturotok kecamatan Batulanteh, Sumbawa, NTB. Desa ini sangat subur dengan segudang potensi, yakni aneka buah-buahan, kerajinan kreatif UMKM , sektor pertanian, keindahan alam, dan banyak potensi lain yang bisa dieksplorasi untuk kemajuan ekonomi desa dan kawasan perdesaan.

Jika semua potensi desa bisa dikelola dengan optimal, ekonomi masyarakat desa pasti akan ikut bergerak. Dengan mengelola potensi yang ada, tidak akan ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena roda perekonomian desa akan berjalan dengan baik dan merata.

Komunitas ini biasanya mengambil ikan dikota Sumbawa Besar dan menjualnya dengan berkeliling di desa – desa yang berada di kecamatan Batulanteh. Dan ketika kembalinya mereka ke kota, hasil – hasil pertanian dan produk kreatif rumahan dari masyarakat setempat mereka beli lalu di bawa untuk dijual ke kota.

Komunitas Cool box, Pahlawan Ekonomi Desa di Batulanteh
Komunitas Cool box Desa Baturotok/ Batulanteh

Ini harus terus diapresiasi dan sebenarnya harus terus di dorong serta diberdayakan. Potensi desa yang bisa membantu menggerakkan perekonomian desa dan kawasan perdesaan. Banyak sekali potensi desa yang bisa dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat desa.

Pemerintah harus terus mendorong agar desa-desa bisa sejahtera dan mandiri. Ini ikhtiar bersama yang harus dilakukan karena pada dasarnya desa-desa itu sudah kaya akan potensi, tetapi belum digarap secara baik. Padahal, jika itu dikelola, di yakini ekonomi masyarakat desa bisa berkembang pesar.

Desa-desa ditempatkan sebagai subyek pembangunan. Masyarakat desa adalah pelaku pembangunan. Paradigma ini harus benar-benar dihayati dan dilaksanakan secara penuh oleh semua elemen bangsa. (TM)