SHARE

Sumbawa, Batulanteh.com – Permasalahan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Baturotok Kecamatan Batulanteh sejak dibangun 2008 lalu hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Padahal pembangunannya dilakukan sudah dimulai 8 tahun yang lalu. Komisi II DPRD Sumbawa pun telah melaporkan masalah ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa agustus lalu agar segera dapat diselesaikan.

“Kami sudah laporkan soal mangkraknya PLTMH Baturotok kepada Kejaksaan Negeri Sumbawa Besar. Menurut rencana dalam waktu dekat Kami bersama Kejaksaan akan tinjau lokasi,’’ ungkap Ketua Komisi II – Abdul Rafik seperti dilansir pulausumbawanews.net

PLTMH tersebut dibangun guna memenuhi kebutuhan listrik di wilayah terpencil Batulanteh. Namun faktanya, PLTMH Baturotok tersebut belum juga bisa dimanfaatkan masyarakat setempat hingga saat ini.

Disamping itu, Dana yang sudah dihabiskan sejak 2008 bisa dikatakan cukup fantastis yakni  sekitar 2,4 milliar rupiah.

Akibatnya, sebagian warga di desa Baturotok kini membangun PLTA (pembangkit listrik tenaga air) sederhana guna memenuhi kebutuhan listrik mereka selama ini.  Mereka membangun dengan sistem kelompok yakni setiap kelompok berkisar antara 10 sampai 50 anggota tergantung besarnya kapasitas dan anggaran PLTA yang dibangun. Dan hasilnya cukup membantu warga untuk memenuhi kebutuhan listriknya.

Tujuan utama dari dibangunnya PLTMH Baturotok adalah untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi 600 rumah warga yang berada di desa Baturotok. Dan kini masyarakat disana masih berharap jika kelak PLTMH ini bisa benar – benar dimanfaatkan.  (Tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here