SHARE

*Oleh Iksan Imanuddin*
(Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sumbawa)

“Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” itulah yang tertuang dalam Ayat 3 Pasal 33 UUD 1945. Yang kemudian menjadi dasar Negara dalam melakukan monopoli terhadap penguasaan distribusi air termasuk dalam hal distribusi air bersih melalui PDAM.
Kita hafal betul dengan slogan dari iklan sebuah Produk dengan mengambil latar lokasi di NTT ” Sumber Air Sudah Dekat” dengan aksen/logat yang Khas sekali, sehingga mampu masuk ke bawah alam sadar kita dan juga membuat kita tertawa kecil.
Namun ternyata Sumbawa juga tak kalah tragisnya dengan air yang seolah-olah semakin menjauh di saat musim hujan seperti saat ini. Bukan hanya airnya yang tragis namun juga pelayanannya yang ta kalah tragis. Air yang setiap membuka keran, warga hanya bisa mengusap harapan, tak keluar lagi dan tak keluar lagi. Atau jangan-jangan PDAM sudah berubah nama sekarang menjadi Perusahaan Daerah Uap Air Minum.
Kedua. Di saat air yang jarang mengalir, juga tak kalah tragisnya ketika air yang keluar adalah mirip-mirip dengan air kubangan kerbau atau air sungai. Kita mesti membuat gerakan Sumbawa Kotor dan Sakit. Salon2 dan bisnis kecantikan dan kesehatan sepertinya akan menikmati dan memperoleh berkahnya karena air tak lagi bersahabat dengan dadara sumbawa. Hehehe
Ketiga. Pemasangan PDAM bahkan biayanya bisa mencapai diatas 6 juta untuk rumah tinggal yg jaraknya hanya sekitar 170 meter dari pipa induk. Alasannya semua harus PDAM yang beli pipa dan menanam pipannya. Padahal, setelah dipasang hampir setiap minggu pemilik jaringan menambal dan menyambung kebocoran karena ditanam asal-asalan. Bahkan sudah banyak pipa yang muncul ke atas permukaan.
Keempat, kalau anda ingin dipasang PDAM yang biayanya 1.600.000/rumah, namun dilapangan jika anda ingin cepat maka uang rokok mesti di atur dahulu atau anda akan menjadi orang yg tdk akan dipasanga karena kasusnya sudah 4 bulan semenjak di survei dan tak kunjung dihubungi apalagi di pasang. Besaran uang rokok mempengaruhi cepat lambatnya jaringan dipasang. Ada yg prosesnya hanya sehari ada yg seminggu, tergantung besar uang rokok. Dan mereka berkata ke pelanggan, ini meteran punya orang yg kita pindahkan ke sini. Artinya orang-orang yang sudah mendaftar berarti harus rela karena meteran yg semestinya untuk dia yg duluan harus dialihkan ke yang memberikan uang rokok.
Masyarakat akhirnya mafhum dengan kondisi seperti itu, bahkan salah satu warga kebetulan pensiunan birokrasi mengatakan “yah nggak papa ada uang rokoknya, kita untung dapat airnya dia untung dapat uang rokoknya”. Sy tidak habis fikir, warga mesti berani meminta pelayanan sebagai mana mestinya. Ini bukan tentang mereka untung atau tidak, ini tentang pelayanan yang harus kita terima seperti kewajiban yang harus kita tunaikan pada PDAM dengan membayar tepat waktu. Logika yg dipakai adalah logika keliru dan akan membuat banyak orang mennjadi korban dan tidak terlayani, kita mesti mau berfikir kasian ada banyak orang yang dananya terbatas dan bahkan tidak cukup.
Kewajiban PDAM adalah memenuhi semua permintaan dan pendaftaran orang secara sama tidak dipandang ada uang rokok atau pejabat. Karena ini menyangkut tentang kepentingan orang banyak dan tingkat kemampuan setiap orang yang berbeda-beda
Pada akhirnya kami masyarakat hanya bisa berharap legislatif dan pemerintah daerah sumbawa mau peduli dengan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Kelangkaan air sangat mempengaruhi produktifitas dan kesehatan masyarakat. Bayangkan, karena tidak ada air orang harus menahan sakit perut, bukankah itu penyakit. Lalu ketika lama tak tertunaikan, mau tidak mau ditunaikan disembarang tempat (bukankah itu penyakit lagi). Meskipun mungkin para Pemimpin kita tidak pernah merasakan kelangkaan, tetapi ini adalah tanggungjawab jabatan dan moral untuk mau peduli dan memfasilitasi kebutuhan dasar masyarakat seperti jetersediaan air bersih. Kepada manajemen PDAM Sumbawa, berbenahlah karena di pundak dan kemauan kuat bapak ibu sekalian, bapak telah berjasa dan membantu Masyarakat untuk menunjang kegiatan dan kebutuhan dasar dari warga masyarakat. Lihatlah, pengabdian yang bapak lakukan sebagai sebuah amal jariyah. Karena bapak ibu sekalian telah mengalirkan harapan bagi semua masyarakat yang bapak layani.
Berbenahlah karena perubahan adalah keniscayaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here