SHARE
Tangani Gempa NTB, Pemerintah Sudah Cairkan Total 1,9 Triliun
Tangani Gempa NTB, Pemerintah Sudah Cairkan Total 1,9 Triliun
Tangani Gempa NTB, Pemerintah Sudah Cairkan Total 1,9 Triliun
Tangani Gempa NTB, Pemerintah Sudah Cairkan Total 1,9 Triliun/Batulanteh.com

Sumbawa, BATULANTEH.COM – Pemerintah setidaknya telah mencairkan anggaran untuk merehabilitasi dan merekonstruksi daerah yang terkena dampak gempa Lombok dan Sumbawa, NTB sebanyak 1,9 Triliun Rupiah.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai rapat koordinasi penanganan gempa NTB di Kantor Wapres Jakarta, Senin (27/8).

“Yang saya laporkan ke Bapak Wapres bahwa sampai hari ini pencairan yang dilakukan khusus untuk menangani bencana di NTB: Lombok dan Sumbawa telah mencapai Rp1,9 triliun,” kata Sri Mulyani.

Anggaran tersebut diperoleh dari pos dana yang dimiliki Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan realokasi dari kementerian dan lembaga Pemerintah non-kementerian (K/L).

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan diikuti tiga menteri koordinator, tiga menteri, BNPB dan Kamar Dagang dan Industri.

Dijelaskan bahwa anggaran telah diberikan Pemerintah melalui Kementerian Sosial senilai Rp1,25 triliun, Kementerian Kesehatan Rp7,8 miliar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rp176,2 miliar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp230 miliar, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rp1,5 miliar. Anggaran yang berasal dari BNPB sekitar Rp307 miliar; termasuk untuk rehabilitasi 5.000 unit rumah rusak.

Bantuan dari Pemerintah melalui Kemensos diberikan untuk pemberian santunan, paket sembako, dapur umum, bahan pangan, sandang dan tenda. Dari Kementerian Kesehatan untuk pemberian obat-obatan, logistik gizi, dan tenda pos kesehatan. Demikian dinukil dari Tempo.

Anggaran untuk Kementerian PUPR digunakan untuk penyediaan mobil tangki air, mobil sanitasi, truk bak terbuka, toilet kabin dan genset. Anggaran bantuan dari Kemendikbud digunakan untuk pembangunan tenda darurat belajar dan peralatan sekolah; serta dari Kementerian ESDM dipakai untuk pembuatan dan pemeliharaan sumur tanggap darurat.

Selain itu pemerintah juga sedang memproses permintaan BNPB sebesar hampir Rp6 triliun. Namun, permintaan keseluruhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sedang diteliti.(TM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here