Home Ekonomi Jokowi: Kalau Dengar Impor Pangan, Saya Sedih Banget

Jokowi: Kalau Dengar Impor Pangan, Saya Sedih Banget

33
Jokowi: Kalau Dengar Impor Pangan, Saya Sedih Banget
Jokowi: Kalau Dengar Impor Pangan, Saya Sedih Banget/Batulanteh

Batulanteh.com – Presiden Joko Widodo menyatakan kesedihannya jika mendengar laporan bahwa Indonesia masih melakukan impor pangan. Beberapa pangan yang bisa ditanam, kenyataannya masih diimpor, seperti buah, jagung, dan beras.

“Saya kalau dengar yang namanya impor pangan itu sedih banget,” ujarnya, dilansir ANTARA, saat acara pemberian penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/11).

Kendati demikian, sambung Jokowi, beras yang tadinya impor, namun Menteri Pertanian Amran Andi Sulaiman mengklaim tidak ada impor beras tahun ini. Demikian juga dengan jagung, sebelumnya tercatat impor jagung 3,2 juta. Namun, jumlahnya anjlok 60 persen saat ini.

Menteri Pertanian, kata Jokowi berjanji, tidak akan mengimpor jagung pada tahun 2018 mendatang. “Janji pak menteri dengan saya, saksinya bapak ibu semua. Tetapi, harus didukung juga oleh bapak ibu semuanya,” imbuh Jokowi.

Pemerintah berkomitmen meningkatkan dana desa hingga Rp120 triliun pada tahun 2018 guna mendukung ketahanan pangan nasional. Diharapkan, dana desa ini bisa digunakan untuk membangun irigasi, embung-embung yang bisa dimanfaatkan sebagai kantong air sehingga bisa meningkatkan produksi pangan nasional.

Menurut Jokowi, kecukupan pangan nasional hanya soal niat dari pemangku kepentingan untuk mewujudkannya. “Ini hanya masalah niat, mau atau tidak mau. Ada niat, mau atau tidak mau. Kalau niatnya kuat, maunya kuat rampung urusan-urusan seperti itu,” tegas dia.

Karenanya, Jokowi meminta, tidak ada lagi laporan masalah impor pangan. Toh, sumber daya alam Indonesia mampu memproduksinya.

“Jangan sampai jagung impor lah, buah impor, kedelai masih impor, garam masih impor. Masa sih, kita tidak bisa memproduksi itu. sumber daya alam kita, tanah kita semuanya sangat mendukung untuk berproduksi dan bisa bersaing dengan negara lain,” katanya.

Jokowi meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga kepala desa, penyuluh, peneliti, petani secara bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ia meminta, tahun depan, untuk fokus membangun embung, waduk sebanyak-banyaknya guna membuat penyimpanan air guna mendukung produksi pangan.

“Di negara mana pun yang pertaniannya bagus, kita intip, tengok, ya air. Kalau airnya ada sepanjang tahun bisa berproduksi tidak hanya nunggu hujan saja. Kunci-kunci seperti itu yang harus kita kerjakan,” tutur Jokowi.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki kelebihan cadangan air yang banyak, namun dibiarkan melimpah sehingga menyebabkan bencana banjir. Inilah yang perlu dikelola.

Ia juga berjanji akan mengunjungi daerah jika produksi pangannya mengalami peningkatan. “Saya kalau dapat cerita produksi kita meningkat, entah yang namanya cabai, padi, jagung dan kedelai, sudah pasti saya tengok,” ungkapnya.

Namun sekarang polemik impor semakin bermasalah, mengapa tidak pemerintah justru jor – joran melakukan impor pangan seperti beras, jangung dll sehingga ini mengakibatkan para petani Indonesia mengeluh dan meminta pemerintah untuk stop impor lagi. (TM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here