SHARE
Awas! Bahaya Kapitalisme Masuk ke Pedesaan
Awas! Bahaya Kapitalisme Masuk ke Pedesaan
Awas! Bahaya Kapitalisme Masuk ke Pedesaan
Awas! Bahaya Kapitalisme Masuk ke Pedesaan/Batulanteh

Batulanteh.comKapitalisme telah banyak menyebabkan ketimpangan. Begitu banyak masalah yang timbul akibat dibiarkam sistem kapitalisme merajalela sampai ke pelosok negeri ini. Tak terkecuali hingga ke desa – desa terpencil.

Paham ini membabat habis segala yang bermuatan ekonomi islam. Sistem ekonomi ini juga befondasi riba yang jelas sangat bertentangan secara tajam dengan Sistem Ekonomi Islam. Akibat riba sangat bisa kita rasakan. Para rentenir yang menghisap darah dan mencekik leher orang yang meminjam uang sehingga akan kuruslah perekonomian masyarakat kecil.

Keinginan untuk meningkatkan taraf hidup dengan modal yang lebih banyak pinjaman dari lumpur riba baik berbentuk lembaga atau pun perorangan justru menjadi belati yang tajam membunuh secara perlahan taraf ekonomi rakyat kecil. Riba atau sekarang dipoles dengan istilah halus yaitu bunga sangat berbahaya dan bisa menguncang perekonomian.

kemiskinan akibat diterapkan kapitalisme dalam ekonomi telah mendorong orang untuk melakukan tindakan kriminal hanya karena untuk mempertahankan hidup. Fakta ini telah banyak kita lihat baik di media cetak maupun elekronik. Tentu kita tidak memandang secara gebyah uyah karena masalah ini sangat kompleks dan sistemik. Perubahan sistem Kapilatalis ini yang mesti kita lakukan agar cengekramannya bisa kita lepas.

Ajaran kapitalisme lain yaitu kebebasan berperilaku. tanpa memikirkan orang lain asalkan senang mereka bahkan membunuh pendapatan dari rakyat kecil tanpa ampun.
Lalu bisakah kita menghentikan segala bentuk kapitalisme ini?

Kapitalisme berhubungan dengan “eksploitasi pekerja”, “pengusaha rakus”, “orientasi keuntungan”, dan seterusnya. Kata “kapitalisme” sudah menjadi kata yang busuk sejak dalam pikiran banyak orang di Indonesia.

Kata “kapitalisme” sudah disematkan dalam pojokan istilah stigma ekonomi politik sejak perjuangan bapak bangsa Republik Indonesia dahulu. Kapitalisme semakin dipojokkan sebagai kata kotor yang tak cocok dibawa ke ruang publik gagasan. (TM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here