SHARE
Akibat Tak Bisa Dijual, Alpukat Jadi Pakan Ternak Di Baturotok

Batulanteh.com – Akibat Akses Jalan yang Sulit ditempuh oleh kendaraan roda empat untuk pergi dan pulang dari Desa Baturotok, Kecamatan Batulanteh ke Sumbawa, Ibukota Kecamatan Batulanteh, warga masyarakat petani di Desa Baturotok tidak bisa menjual hasil bumi mereka seperti buah – buahan dan sayuran – sayuran yang mereka hasilkan dari bertani dan berkebun. Pasalnya nilai jual hasil bumi yang rendah, sedangkan biaya transportasi dari dan ke Sumbawa sangat mahal.

Hal ini disampaikan , salah satu warga Desa Baturotok, Firman Akbar kepada Batulanteh.com saat ditemui di Baturotok, Rabu (26/4/2017).

Dijelaskannya alpukat dan hasil bumi lainnya yang ditanam masyarakat Desa Baturotok cukup banyak dan hasilnya setiap tahun juga sangat menggembirakan. Namun hasil tersebut sama sekali tidak bisa dipasarkan ke pasar yang berada diibukota Kabupaten, maupun  Ibukota propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Alpukat dan hasil bumi itu kami disini tidak bisa jual kalau musim hujan tiba. Tetapi kami hanya kasih makan ternak saja, baik kambing maupun sapi. Karena mau dijual tidak ada pasar disini (Desa Baturotok), dan mau bawa ke Sumbawa, ongkos hartop terlalu mahal, sedangkan nilai jual alpukat murah. Jadi nilai jualnya tidak bisa menutupi biaya angkutan. Jadi kami berbagi dengan babi dan sapi untuk sama-sama makan ubi, alpukat dll,” jelas Firman.

Firman menambahkan akibat akses jalan yang sulit ke desa nya, masyarakat Desa Baturotok hanya bisa menjual hasil pertanian dan perkebunan yang memiliki nilai jual yang tinggi, sekaligus memiliki daya tahan yang lama jika diangkut keluar dari Desa Baturotok. Sebab jika memiliki nilai jual tinggi namun daya tahannya rendah untuk diangkut, tentunya juga akan merugikan petani.

“Kami masyarakat petani disini hanya bisa kopi saja. Karena hasil-hasil ini nilai ekonomisnya tinggi dan tidak mudah rusak, sehingga walau jalannya sulit, tetap bisa dibawa keluar dan hasil jual nya juga bisa memberikan keuntungan bagi petani,” urainya.

Penjabat Kepala Desa Baturotok, M. Yamin dan Sekretaris Desa Baturotok, Zainudin yang dikonfirmasi Batulanteh.com mengenai keadaan ini membenarkannya. Hal ini karena hampir semua masyarakat Desa Baturotok bermata pencaharian sebagai petani, sehingga hasil pertanian seperti alpukat semuanya dimiliki oleh para petani disana.

Karenanya hasil pertanian ini tidak dijual dan hanya dimakan oleh masyarakat dan lebih nya dijadikan makanan ternak.

“Benar alpukat disini tidak dijual oleh masyarakat. Karena ongkos dari sini ke Sumbawa musim kemarau itu Rp 100 ribu. Jadi kalau pergi-pulang berarti Rp 200 ribu. Sedangkan kalau hujan berarti ongkos Rp 200 ribu, sehingga harus Rp 400 ribu baru bisa pergi dan pulang,” jelasnya.

BACA JUGA: Prihal Kiblat Masjid Baturotok yang Dinilai Melengceng

Karena itu, keduanya mengharapkan perhatian dari pemerintah Kabupaten NTB untuk bisa memperbaiki akses jalan dari Sumbawa ke Baturotok, sehingga kedepan masyarakat Desa Baturotok bisa memasarkan semua hasil pertanian dan perkebunan mereka keluar dengan harga yang pantas dan juga tidak harus mengeluarkan anggaran yang besar untuk biaya transportasi.

“Kalau akses jalannya baik saja, pasti setiap hari masyarakat bisa jual hasil pertanian dan perkebunan nya, sehingga ekonomi masyarakat pasti akan lebih baik dari sekarang. Hasil pertanian saat ini hanya bisa dijual musim kemarau saja,” tandasnya. (Tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here