Connect with us

Berita Desa

Pupuk Sakti Sumbawa, Cara Baru Tingkatkan Hasil Pertanian

Published

on

Pupuk Sakti Sumbawa, Cara Baru Tingkatkan Hasil Pertanian

Pupuk Sakti Sumbawa, Cara Baru Tingkatkan Hasil Pertanian

Sumbawa, Batulanteh.com – Keberhasilan usaha peningkatan produksi pertanian memang dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun dari banyak faktor tersebut, ada beberapa faktor yang sangat tergantung pada upaya yang dilakukan oleh sumber daya manusia, diantaranya penyiapan lahan, penerapan tata cara budidaya yang benar, cara panen yang tepat dan pengolahan pasca panen yang bagus. Hal-hal tersebut tentu memiliki konten teknologi yang berpengaruh secara langsung dan harus mendorong peningkatan produktivitas.

Banyak pelaku pertanian di Indonesia yang mengeluhkan rendahnya hasil atau tingkat produktivitas panen. Namun jarang di antara mereka yang mau melakukan evaluasi dan introspeksi lebih jauh. Kebanyakan dari mereka melakukan aktivitas pertanian dari mulai pengolahan hingga pemanenan dengan cara-cara konvensional.

Minimnya informasi mengenai cara efektif peningkatan hasil produksi pertanian, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya tingkat intervensi positif dari pihak penyuluh pertanian juga turut berpengaruh pada kegagalan peningkatan produksi pertanian tersebut.

Berangkat dari masalah tersebut maka hadirlah Pupuk Organik Cair (POC) SAKTI yang diproduksi oleh CV. Samawa Organik. Pupuk yang di produksi di Sumbawa Besar, NTB ini pembuatannya berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan potensi daerah (bahan-bahan alam) dan hasil limbah bagi masyarakat Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Pemuda asal Sumbawa ini menjelaskan latar belakang munculnya gagasan untuk memproduksi pupuk organik berbasis kearifan lokal ini adalah karena kabupaten Sumbawa itu merupakan wilayah yang dikenal akan hasil pertanian hortikulturnya, seperti Kopi, Jagung, Padi,bawang, kentang, dan cabai dan masih banyak lagi.

Intensifikasi banyak dilakukan pada komoditas tersebut guna meningkatkan hasil produksi. Namun menurutnya, intensifikasi yang lebih banyak dilakukan adalah perluasan lahan dan penggunaan input pertanian luar seperti pupuk anorganik, obat-obatan, dan pestisida sehingga menimbulkan beberapa masalah di antaranya meningkatnya biaya produksi, memicu pencemaran lingkungan, dan rusaknya lahan.

Belum lagi, lanjut Aik sapaan akrabnya, kami melakukan riset terkait bahan-bahan yang digunakan. Riset dilakukan dilaboratorium dan di lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan tahap uji coba, hingga tahap implementasi kepada masyarakat. Oleh sebab itu, berbagai upaya dilakukan untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat salah satunya dengan mendorong hasil pertanian hortikultur.

Keunggulan pupuk organik cair SAKTI ini adalah berbeda dengan pupuk organik lain yang pembuatannya melalui proses fermentasi, pada pembuatan pupuk organik cair tersebut, masyarakat hanya perlu mencampur dengan air saja. Pupuk pun siap digunakan tanpa proses fermentasi.

Kelebihan lainnya dari pupuk organik cair ini adalah biaya produksi yang relatif lebih murah dan ramah lingkungan. Sehingga diharapkan dapat mengefesiensi usaha pertanian yang hingga saat ini menjadi usaha andalan bagi warga Sumbawa khususnya, NTB dan Indonesia pada umumnya.

Pupuk organik cair berbasis kearifan lokal hasil inovasi pemuda asal Sumbawa ini, hingga saat ini masih digunakan oleh warga Sumbawa khususnya yang berprofesi sebagai petani untuk memperbaiki kualitas tumbuhan sehingga mampu meningkatkan hasil panen serta menghasilkan produk pertanian yang bernilai ekonomi tinggi.

“Penggunaan pupuk organik cair Sakti tersebut masih secara intensif digunakan sampai saat ini pada beberapa jenis tanaman guna memperbaiki pertumbuhan dan meningkatkan hasil panen”. ujar Aik kepada Batulanteh.com.

Hartono salah satunya. Penduduk lokal yang juga berprofesi sebagai petani padi mengungkapkan bahwa ia telah mencoba penggunaan pupuk Sakti ini terhadap tanaman padinya yang ia tanam pada bulan januari lalu.

Hingga akhir februari, menurut pengamatan Tono, pupuk Sakti memiliki pengaruh cukup besar terhadap tanaman padi yang ditanamnya. Perbedaan tanaman padi yang diberikan pupuk organik cair ini jelas terlihat, diantaranya kondisi anakan lebih banyak, daun lebih hijau dan segar, serta memiliki daya tahan hidup yang lebih kuat dibandingkan dengan tanaman lain yang tidak diberikan pupuk organik cair tersebut.

“saya sudah coba ya. ternyata pengaruhnya besar juga pada tanaman padi dan jahe saya, daun lebih hijau dan segar. Daya tahan hidup juga lebih baik kalau dibandingkan dengan yang tidak diberikan pupuk organik ini.” ungkap Tono. (TM)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BACA JUGA